Tampilkan postingan dengan label Dayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dayah. Tampilkan semua postingan
07.08
Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Adakan Ujian Akhir Tahun 1436.H
Written By Unknown on Minggu, 04 Oktober 2015 | 07.08
Sukamakmur: Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Sibreh Sukamakmur Aceh Besar 05/10/2015 melaksanakan Ujian Caturulan III Tahun ajaran 1436. H atau ajian akhir naik kelas. ujian akan berlangsung selama 12 malam dan harinya. proses ujian di dayah mahyal ulum al-aziziyah dalam bentuk caturulan artinya dalam setahun kami melaksanakan tiga kali ujian kata Tgk. Fajrul selaku Panitia Ujian Akhir tahun ini.
Santri yang mengikuti Ujian kali ini sebanyak 246 orang dari 12 kelas mulai dari kelas tajhizi hingga kelas 6, ada dua orang santri yang tidak bisa mengikuti ujian akhir kali ini karna masih di kampung sedang berobat, kepada santri tersebut di berikan dispensasi memalui ujian susulan, ukap Tgk Muslem selaku Sekretaris Umum Dayah.
Adapun pola ujian kali ini tidak jauh beda dengan ujian-ujian sebelumnya, artinya ujian lebih terfokuskan pada penguasan kitab kuning melalui metode membaca, meskipun demikian ada sedikit perbedaan kali ini dalam pelaksanaan ujian adalah santri sebelum membaca baris, makna dan surah salah seorang pengawas (dewan guru) menerapkan metode menulis baris, makna dan surah sebelum membaca. ujar tgk. fajrul
08.56
Dayah mahyal ulum sudah beberapa malam diadakan perlombaan tahfiz dan pidato baik dari kalangan santriwan maupun santriwati,semua mereka mempunyai bakat yang luar biasa di bidang tahfiz dan pidato.bakat-bakat seperti ini lah yang perlu di kembangkan ke depan dengan baik sehingga dapat melahirkan benih-benih yang baik di masa yang akan datang dan sampai malam ini siapa yang melihat pasti terharu dan tak pernah terlintas dalam pikiran kita bahwa mereka itu bisa sukses dalam berapa minggu ini.malam ini mereka sudah masuk babak final dari cabang tahfiz,pidato dan pengumuman akan di laksanakan pada malam senin bertepatan dengan 21 sya'ban beserta dengan libur menjelang puasa.
perlombaan tahfiz dan pidato
Written By Unknown on Jumat, 05 Juni 2015 | 08.56
Dayah mahyal ulum sudah beberapa malam diadakan perlombaan tahfiz dan pidato baik dari kalangan santriwan maupun santriwati,semua mereka mempunyai bakat yang luar biasa di bidang tahfiz dan pidato.bakat-bakat seperti ini lah yang perlu di kembangkan ke depan dengan baik sehingga dapat melahirkan benih-benih yang baik di masa yang akan datang dan sampai malam ini siapa yang melihat pasti terharu dan tak pernah terlintas dalam pikiran kita bahwa mereka itu bisa sukses dalam berapa minggu ini.malam ini mereka sudah masuk babak final dari cabang tahfiz,pidato dan pengumuman akan di laksanakan pada malam senin bertepatan dengan 21 sya'ban beserta dengan libur menjelang puasa.
05.07
30 Polisi Aceh Besar Selesaikan Pendidikan Dayah
Written By Unknown on Jumat, 20 Maret 2015 | 05.07
Mahyal Ulum Al-Aziziziyah - 30 polisi dari Polres Aceh Besar, Jumat (20/3/2015) menyelesaikan pendidikan singkatnya di Dayah Mahyal 'Ulum Al-Aziziyah, Desa Dilib Bukti, Kecamatan Suka Makmur, Aceh besar. Sebelumnya, selama 30 hari, polisi muda ini dibekali berbagai ilmu agama, dan tinggal di lingkungan dayah.
Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Novianto menyebut penempatan personil di dayah sesuai dengan intruksi Kapolda Aceh, Irjen Husein Hamidi. Meski dalam waktu yang sangat singkat, Heru optimis program ini bisa memberi efek positif bagi bintara remaja, utamanya saat mereka nanti bertugas sebagai polisi.
"Untuk (polisi) yang sudah berdinas, sebelumnya sudah ada pertemuan dan akan diputuskan apakah akan dibuat seperti ini atau nanti melalui polsek-polsek." Kata Heru.
Menurut Kapolres, program seperti ini nantinya akan memungkinkan pihaknya dalam memberi tindakan dengan mengedepankan nilai-nilai yang islami tanpa adanya kekerasan.
Sementara itu, Pimpinan Dayah Mahyal 'Ulum Al-Aziziyah, Teungku Faisal Ali, mengaku bahwa pendidikan yang diberikan kepada polisi sama seperti yang diajarkan kepada santri lainnya didayah tersebut.
"Mereka berbaur dengan para santri menularkan ilmu seperti ilmu latihan dasar karate. Walau sebulan disini, mereka kini sudah menjadi keluarga besar kita dan saya harapkan mereka dapat menjaga nama baik kepolisan dan juga citra pesantren ini." Jelas Faisal.[serambinews.com]
23.18
Assalamualaikum. Wr.Wb
Undangan Sunat Rasul Ananda Kami
Written By Unknown on Rabu, 18 Maret 2015 | 23.18
Abu/Ummi/Tgk/saudara(i)
Di_
Tempat
Dengan tidak mengurangi rasa ta’dim dan
hormat melalui tulisan ini, Saya bersama keluarga Besar Dayah Mahyal Ulum
Al-Aziziyah Dilib Bukti Kec. Sukamakmur Sibreh Aceh Besar, mengundang Tgk/Abu/Saudara/i
pada:
Hari : Selasa
Hari : Selasa
Tanggal :
24-Maret-2015
Waktu : Jam 10.00 s/d selesai
Waktu : Jam 10.00 s/d selesai
Tempat : Komplek Dayah Mahyal Ulum
Al-Aziziyah
Jln. Banda Aceh-Medan Km, 17 Dilib Bukti
Sibreh Aceh Besar
Acara : Sunat Rasul.
Atas
Kehadiran dan doanya kami ucapkan ribuan terimakasih
Wasalam
Tgk.
H. Faisal Ali & Ummi Erma Suryani
09.22
Peringati Tahun Baru Islam, Santri Dayah Mahyal Ulum Adakan Zikir Akbar
Written By Unknown on Minggu, 26 Oktober 2014 | 09.22
Mahyal Ulum: Minggu tgl 26 oktober 2014 bertepatan dengan 2 Muharram santri dayah mahyal ulum al-aziziyah mengadakan zikir akbar di komplek dayah sendiri, acara zikir tersebut di selenggarakan sebagai bentuk syukur para santri dengan masuknya tahun baru islam 1436 H. acara zikir hari yang berlangsung selama dua jam ini mulai pukul 09.30 hingga jam 11.30 di pimpin langsung oleh pimpinan Majlis Zikir As-Sunnah Mahyal Ulum Al-Aziziyah yaitu Abi Munawar Sanusi.
Dalam tausyiahnya Abi mengajak seluruh jamaah zikir baik dari kalangan santri, dewan guru maupun masyarakat yang berhadir agar senantiasa menambahkan keimanan dan ketaqwaan kita dalam mengarungi kehidupan ini, pergantian tahun menjadi sebuah tanda bahwa umur kita telah bertambah jika dilihat dari satu dimensi namun dalam dimensi yang lain bahwa kita semakin bertambah umur maka peluang kita untuk mengarungi kehidupan di dunia ini semakin berkurang, karena Allah telah menetapkan batas umur setiap hambanya, sehingga dalam islam ada istilah yang sudah sangat populer yaitu umur ghalib (kebiasaan), papar Abi yang juga Wadir I Bidang Pendidikan Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah.
sementara Ketua Panitia Zikir menyambut tahun baru, Abatie Aria Sandra S.HI kepada redaksi menyebutkan bahwa zikir ini selain di ikuti oleh santri dan dewan guru dayah mahyal ulum al-aziziyah juga turut hadir masyarakat di seputaran dayah, kehadiran para masyarakat pada acara zikir ini merupakan bahagian dari upaya mempererat hubungan masyarakat dengan komunitas santri, alhamdulillah acara zikir berjalan dengan lanjar dan sukses hingga jam 11.30. ujar Abatie Aria di akhir pembicaraannya
01.38
Dayah Raudhatul Jannah Peu Phon Kitab di Mahyal Ulum Al-Aziziyah
Written By Unknown on Kamis, 09 Oktober 2014 | 01.38
Mahyal Ulum: Salah satu tradisi yang dilakukan oleh santri-santri dayah
di Aceh adalah peuphon kitab (memulai kitab baru). Tradisi peuphon kitab ini
dilakukan dengan cara mengunjungi sebuah dayah atau seorang abu untuk memintak
keberkahan ilmu dari beliau dengan cara membuka pengajian secara simbolis
(memebaca beberapa baris dari matan kitab). Kegiatan ini dilakukan untuk
dijadikan motifasi bagi para santri dalam menuntut ilmu agama atau lebih
dikenal dengan mengkaji dan mempelajari kitab-kitab turrah (kitab kuneng). Dan
kegiatan ini biasanya dilakukan ketika naik kelas. Dari kelas 1 ke kls 2 dan
seterusnya.
Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Kamis 08 Okt 2014 menerima kunjungan tamu santri dari dayah Raudhatul Jannah Kota Langsa, Kunjungan rombongan santri dalam rangka peu phon kitab ( memulai kitab
lanjutan) bersama Pimpinan Dayah Mahyal
Ulum Al-Aziziyah Al-Mukarram Tgk. H. Faisal Ali (Abu Sibreh).
Dalam kunjungan ini rombongan di pimpin
langsung oleh Pimpinan Dayah Raudhatul Jannah Kota Langsa, Tgk. H. Ridwan turut di
dampingi oleh Ketua Umumnya Tgk. T. Wildan, MA, rombongan tiba di dayah mahyal
ulum jam 08.00 wib, di sambut oleh Tgk. Muslem Hamdani, setelah melakukan silaturrahmi dengan keluarga
besar Mahyal Ulum Al-Aziziyah para santri dan rombongan langsung menuju
kebalai untuk mengikuti acara peu phon kitab.
Abu
Sibreh dalam pembukaan pengajian kitab baru selain membaca kitab juga banyak
menyampaikan bagaimana pentingnya mencari berkah dan sempena dalam hal menuntut
ilmu, para ulama dahulu selalu mencari berkah kepada para alim ulama dalam
melaksanakan kegiatan kesehariannya, maka keberhasilan mereka tempo dulu
hendaknya menjadi ladang pembelajaran bagi kita hari ini, ujar Abu Sibreh.
23.59
Sambut Idul Adha, Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Liburkan Pengajian
Written By Unknown on Selasa, 30 September 2014 | 23.59
Sukamakmur: Tanpa terasa kebersamaan santri bersama Dewan guru di ma'had Mahyal Ulum Al-Aziziyah setelah lebaran idul fitri telah sampai tiga bulan hingga sekarang sampailah liburan idul adha 1435. H, para santri pasca pengumuman libur yang di bacakan oleh Wadir I pada malam selasa paginya satu persatu meminta izin untuk kembali kekampung halamannya selama 10 hari dalam rangka liburan hari raya Idul Adha 1435 H.
Dalam tausyiahnya Abi Munawar selaku Wadir I mengharapkan kepada santri agar senantiasa menjaga nama baik lembaga ketika sampai kekampung halaman masing-masing, serta kembali ke Dayah tepat waktu yaitu pada tanggal 9 Oktober mendatang.
Namun yang unik untuk tahun ini, sekalipun libur sudah di umumkan namun banyak para santri yang memilih tetap berada di pesantren/dayah, karena menurut mereka batas waktu izin yang di berikan sangat singkat mereka memilih untuk tidak pulang selain dapat menimba ilmu bersama guru-guru di waktu libur, juga bisa mengkaji ilmu-ilmu umum lainnya, seperti pelatihan komputer, seni suara dan lain sebagainya.
Dalam tausyiahnya Abi Munawar selaku Wadir I mengharapkan kepada santri agar senantiasa menjaga nama baik lembaga ketika sampai kekampung halaman masing-masing, serta kembali ke Dayah tepat waktu yaitu pada tanggal 9 Oktober mendatang.
Namun yang unik untuk tahun ini, sekalipun libur sudah di umumkan namun banyak para santri yang memilih tetap berada di pesantren/dayah, karena menurut mereka batas waktu izin yang di berikan sangat singkat mereka memilih untuk tidak pulang selain dapat menimba ilmu bersama guru-guru di waktu libur, juga bisa mengkaji ilmu-ilmu umum lainnya, seperti pelatihan komputer, seni suara dan lain sebagainya.
08.11
Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Latih Keterampilan Santri
Written By Unknown on Sabtu, 10 Mei 2014 | 08.11
Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Sibreh Aceh Besar kembangkan kemandirian santri melalui pelatihan skil furniture, program kemandirian ini di pusatkan di dayah, kehadiran progran ini berkat kerjasama yang telah terbangun antara dayah Mahyal Ulum dengan BLK Provinsi Aceh.
Para Santri serta dewan guru dalam pelatihan ini dituntun oleh para pemateri agar nantinya setelah pelatihan dapat mengembangkan ilmu dan skil yang telah di miliki di dalam kehidupannya, minimal ketika telah menyelesaikan pendidikan di dayah nantinya para santri telah menguasai sedikit ilmu ketrampilan.
Selain keterampilan di bidang kayu, santri juga di berikan pelatihan pemasaran hasil yang telah siap dikerjakan, sehingga nantinya setelah memproduksikannya mereka mengalami kesulitan dalam melakukan pemasaran.
05.52
Guru Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Ikuti Workhshop PKU
Written By pergunuaceh on Rabu, 26 Maret 2014 | 05.52
Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI
menyelenggarakan workshop dengan tema "Inovasi Pembelajaran Kitab Kuning
(kutub al turast) di Lingkungan Pondok Pesantren Angk. IV" di Balairung Ratu
Hotel Bidakara Serang Banten selama 4 hari (26-29 November 2013) yang
diikuti oleh Perwakilan Pondok Pesantren se Indonesia dengan 100 peserta.
Kegiatan workshop dibagi dalam 12 sesi, yang dibentuk dua kelompok diskusi
untuk tim Taskforce dan Bantuan pengembangan kegiatan di Pondok Pesantren.
Diskusi tersebut dibentuk sebagai tindak lanjut terhadap pengembangan
inovasi pengembangan pesantren setelah Direktorat Pondok Pesantren membuat
kompetisi proposal untuk pengembangan tafaqquh fid din dan Pengkaderan
Kader Ulama.
Dari Aceh diwakili oleh Tgk. Mukhlisuddin dari Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga
untuk pengembangan tafaqquh fid din dan Tgk. Muslem Hamdani dari Dayah Mahyal
Ulum Al-Aziziyah dengan program Pengkaderan Kader Ulama.
Tgk Mukhlisuddin yang mewakili MUDI Mesjid Raya Samalanga menyebutkan bahwa
kegiatan tersebut berjalan lancar dan mengharapkan doa dari seluruh
masyarakat Aceh, semoga paket program yang ditawarkan oleh Dayah MUDI
dengan pengembangan Lajnah Bahsul Masail sebagai media pengembangan inovasi
kurikulum tafaqquh fid din dapat diterima dan dilaksankan tepat waktu.
(Mukhlisuddin, melaporkan dari Serang, Banten)
05.44
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Dayah Mahyal Ulum, Tengku Muslem Hamdani Jum’at (1/11/2013) menyebutkan, zikir akbar tersebut akan dipimpin oleh Majelis Zikir As-Sunnah. Pelaksanaan zikir itu dilakukan lebih ceat, yakni pada tanggal 3 November 2013.
“Minggu malam, 3 November usai Shalat Maghrib. Zikir ini InsyaAllah akan diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat untuk menambah nilai tahun baru islam,” ujarnya.
Selain pelaksanaan zikir, Muslem menambahkan pihaknya juga akan menggelar serangkaian perlombaan bagi santri-santri dayah. Dia berharap, kegiatan tersebut dapat memicu peningkatan gerakan-gerakan islami di tengah-tengah msyarakat dalam tahun baru mendatang.
Sementara itu Pimpinan Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Aceh Besar, Tengku H Faisal Ali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut Tahun Baru Islam 1435 H dengan kegiatan-kegiatan positif dan islami. Harusnya, pergantian waktu hijriah ini diperingati dengan kegiatan akbar yang bisa memicu keingintahuan masyarakat banyak terhadap Islam itu sendiri.
“Insya Allah dengan begitu mungkin juga akan menjadi promosi bagi Islam dan Aceh secara khusus yang istimewa dengan Syariat Islam,” ujarnya yang juga dikenal dengan sebutan Abu Sibreh.
Zikir Warnai Tahun Baru di Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah
Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Aceh Besar sedang menyiapkan pelaksanaan
zikir akbar menyambut peringatan Tahun Baru Islam 1435 H yang akan jatuh
pada 5 November 2013 nanti. Pelaksanaan zikir itu sendiri akan
dilakukan di komplek dayah tersebut.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Dayah Mahyal Ulum, Tengku Muslem Hamdani Jum’at (1/11/2013) menyebutkan, zikir akbar tersebut akan dipimpin oleh Majelis Zikir As-Sunnah. Pelaksanaan zikir itu dilakukan lebih ceat, yakni pada tanggal 3 November 2013.
“Minggu malam, 3 November usai Shalat Maghrib. Zikir ini InsyaAllah akan diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat untuk menambah nilai tahun baru islam,” ujarnya.
Selain pelaksanaan zikir, Muslem menambahkan pihaknya juga akan menggelar serangkaian perlombaan bagi santri-santri dayah. Dia berharap, kegiatan tersebut dapat memicu peningkatan gerakan-gerakan islami di tengah-tengah msyarakat dalam tahun baru mendatang.
Sementara itu Pimpinan Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Aceh Besar, Tengku H Faisal Ali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut Tahun Baru Islam 1435 H dengan kegiatan-kegiatan positif dan islami. Harusnya, pergantian waktu hijriah ini diperingati dengan kegiatan akbar yang bisa memicu keingintahuan masyarakat banyak terhadap Islam itu sendiri.
“Insya Allah dengan begitu mungkin juga akan menjadi promosi bagi Islam dan Aceh secara khusus yang istimewa dengan Syariat Islam,” ujarnya yang juga dikenal dengan sebutan Abu Sibreh.
05.37
Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Sibreh, Buka SMK
BANDA ACEH - Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Sibreh, Kecamatan Sukamamur, Aceh Besar, melaksanakan zikir akbar dalam rangka menyambut tahun baru 1 Muharram 1434 Hijriah.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Dayah Mahyal Ulum, Tgk Muslem Hamdani dalam siaran pers kepada Serambi Jumat (1/11) menyebutkan, zikir akbar ini akan dilaksanakan Minggu malam (3/11), usai shalat magrib berjamaah di masjid komplek dayah setempat. “Kegiatan zikir dalam rangka menyambut tahun baru 1434 ini terbuka untuk masyarakat umum, khususnya yang bermukim di seputaran kecamatan Sukamakmur,” ujarnya.
Muslem menyebutkan, PHBI Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah mengundang Majlis Zikir As-Sunnah untuk memimpin zikir akbar tersebut. Selain zikir akbarPHBI juga mengadakan perlombaan-perlombaan antar dayah se-Kecamatan Sukamakmur setelah pelaksanaan ujian akhir bagi santri. “Pimpinan dayah Tgk H Faisal Ali (Abu Sibreh) memberikan apresiasi kepada santri yang telah berkerja dan persiapan dalam memeriahkan tahun baru kali ini,” kata Tgk Muslem.(nal)
05.37
Dayah Najmul Hidayah Al-Aziziyah Penerus DAYAH Zaman Belanda
Historis
DAYAH Meunasah Subueng Cot meurak Samalanga yang diasaskan pada tahun 1703 M, telah resmi berdiri kembali tanggal 17 Juni 2012, setelah mendapat izin operasional dari Kementerian Agama Kabupaten Bireuen pada tanggal 13 Maret 2012, yang dinamakan dengan Dayah Najmul Hidayah Al Aziziyah, Meunasah Subueng Samalanga.
Dalam catatan sejarah, dayah ini diazaskan dulunya oleh seorang ulama Mekkah Syeikh Abdussalam Bawarith Asyi pada tahun 1703 M untuk mengupas riwayat hidup Syeikh Abdussalam Bawarith Asyi ini, yang berasal dari Mekkah yang menetap di Cot Meurak, Samalanga Kabupaten Bireuen.
Kedatangan Syeikh Abdussalam Bawarith Asyi bersama abangnya Syeikh Abdurrahim Bawarith Asyi (Tgk Syik Awe Geutah) ke Aceh pada masa Sultan Badrul Munir Jamailullail bin Syarif Hasyim (1703-1726).
Kedua intelektual itu sebelum tiba di Kerajaan Aceh, mereka belajar di Zabid, Yaman. Kemudian ke Mekkah pada Syeikh Ali ibn Az-Zain Al-Mizjaji yang berasal dari Zabid, Yaman. Syeikh Ali ibn Az-Zain Al-Mizjaji menjabat mufti di Mekkah menggantikan Syeikh Abdurrauf Al Fansuri Assingkili yang pulang ke Aceh pada tahun 1665 M.
Pengajian Syeikh Abdussalam dan Syeikh Abdurrahim pada Syeikh Ali ibn Az-Zain Al-Mizjaji, diketahui dari salah satu manuskrip di Awe Geutah Kabupaten Bireuen. Di sana terdapat sanad Al-Azkar dan Riyadh al-Shalihin karya Imam an-Nawawi tentang sanad hadits pengalihan kiblat (hadits musalsal), dan juga dalam silsilah ratib Haddad yang terdapat di antara lembaran-lembaran manuskrip di Awe Geutah.
Azyumardi Azra dalam bukunya Jaringan Ulama menyebutkan, Syaik Al-Mizjaji ini seorang guru dari Murthadha Az-Zabidi (wafat 1205 H), pengarang Taj Al-‘Urus min Jawahir Al-Qamus dan Ithaf As-Saadah AlTaj Al-’Urus min Jawahir Al-Qamus dan Ithaf As-Sadah Al-Muttaqin . Murthadha Az-Zabidi kemudian merantau ke Mesir dan menjadi ulama terkemuka di sana. Azra mengakui bahwa Aceh sangat berperan dalam membawa gagasan pembaharuan Islâm di Nusantara.
Di Awe Geutah terdapat sebuah surat yang berdasarkan verifikasi sejarawan Aceh Nurdin AR. pada tahun 2006 menuturkan surat tersebut ditulis oleh Syeikh Abdurahim kepada adiknya Syeikh Abdussalam (Tgk Cot Meurak) yang meminta adiknya untuk membeli kitab ketika adiknya pulang ke Mekkah.
Di sini menunjukkan bahwa Syeikh Abdussalam bawarith Asyi, pernah kembali ke Mekkah setelah membangun Dayah Meunasah Subung, Samalanga.
Kedatangan Syeikh Abdussalam Bawarith Asyi bersama abangnya Syaikh ‘Abdurrahim Bawarith al-Asyi anak Syaikh Jamaluddin al-Bawarith dari Zabid Yaman dengan tujuh ulama lain, di antaranya Teungku di Kandang dan Syaikh Daud Ar Rumi, atas intruksi dari pada Ali ibn Az-Zain Al-Mizjaji dan Syeikh Ibrahim Kurani setelah Syeikh Abdurrauf Al Fansuri Assingkili yang meninggal pada tahun 1695, maka teman teman Syeikh Abdurrauf di Mekkah mengirim muridnya ke Aceh agar ajaran-ajaran Syeikh Abdurrauf AlFansuri tetap kekal dan berkembang di Aceh.
Sebagaimana diketahui bahwa Syeikh Ali ibn Az-Zain Al-Mizjaji, Syeikh Ibrahim Kurani, dan Syeikh Abdurrauf Al Fansuri Assingkili adalah murid daripada Ahmad Qushashi, Ahmad Shinawi, dan `Abd Karim al-Kurani, yang mengembangkan tarekat Shattariyyah di Haramayn. Maka wajar sampai sekarang dikawasan Samalanga dan sekitarnya masih sangat berkembang tarekat Shattariyyah.
Dayah Meunasah Subung Hancur
Perang Aceh melawan kolonial Belanda yang dimulai pada tanggal 26 Maret 1873 antara lain dipimpin oleh kalangan ulama yang langsung memimpin pertempuran. Dampak ulama bertempur yakni ada dayah-dayah yang terlantar. Salah satu benteng kuat pertahanan Aceh adalah Batee Iliek Samalanga. Belanda kewalahan mengalahkan benteng Batee Iliek, sampai pada tahun 1877 Jenderal Van Der Hijden terkena tembakan sehingga menyebabkan satu matanya buta sshinggal dikenal jenderal bermata satu.
Belanda membutuhkan 28 tahun (1873-1901) untuk dapat mengalahkan benteng Batee Iliek yang jauhnya hanya 200 meter dari Dayah Meunasah Subung yang diasaskan oleh Syeikh Abdussalam Bawarith Asyi pada tahun 1703 M.
Ketika benteng Batee Iliek ditakluki oleh van Heutzh pada tahun 1901, dayah Meunasah Subung yang dipimpin oleh Syeikh Yahyauddin Bin Abdurrahim Bawarith, cicit Syeikh Abdussalam turut dihancurkan sehingga seluruh manuskrip dan kitab-kitab ikut terbakar.
Pada tahun 1930-an, Tgk H Abdullah yang pulang dari Mekkah berkeinginan menghidupkan kembali Dayah Meunasah Subung. Namun Belanda melarangnya dengan dalil akan bangkit kembali semangat anti Belanda di Samalanga. Belanda sangat mengawasi apapun gerakan keagamaan di sana yang dianggap dapat mengganggu stabilitas politiknya. Sejak itu, Dayah Meunasah Subung hanya tinggal nama dan warisan tanah wakaf dayah hingga di Mekkah di kawasan Syammiyah. Namun sejak tahun 2008, tanah wakaf itu termasuk wilayah perluasan Masjidil Haram. Hingga kini, proses ganti rugi tanah masih diproses di Mahkamah Syariah Mekkah.
Berdasarkan tanah-tanah wakaf yang membudaya di Aceh pada masa lalu hingga terbentang di Mekkah, kita bisa memahami mengapa Aceh disebut Serambi Mekkah? Sebab di halaman Masjid Haram terdapat berhektar-hektar tanah wakaf masyarakat Aceh yang diwakafkan untuk dunia pendidikan seperti asrama sejak era Chik Pante Kulu.
Budaya wakaf tanah yang dulu sangat dimininati oleh rakyat Aceh patut dilestarikan karena itu bagian dari amal dari dunia karena dengan menyumbang harta akan melimpa hingga ke akhirat karena itu ajuran agama
Tgk Tarmizi HM Daud Al Yusufi (Penggagas Kembali)
Kembali pada Dayah Meunasah Subung Samalanga yang diasaskan oleh Syeikh Abdussalam Bawarith, yang dihancurkan oleh Belanda kini telah berdiri kembali yang dipimpin oleh Tgk Tarmizi HM Daud Al Yusufi, Sudah selayaknya Samalanga yang dikenal sebagai Kota Santri sejak era Sultan Iskandar Muda harus bisa menghasilkan santri-santri berjiwa Aceh, berotak Jerman dan berhati Mekkah.
Sumber: Saputra Mudi (Tgk Ismail Saputra)
Langganan:
Postingan (Atom)













.jpg)
